Sunday, June 14, 2020

BASIS DATA


1. Basis Data, Model Data, Diagram E-R



Basis data adalah Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi


Model Data Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 mcacam yaitu :


A. Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.


B. Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM)
Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.


C. Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.


Entity Relationship Diagram Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.


1. Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a. Entitas (Entity)
b. Atribut (Attribute)
c. Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)


2. Langkah-langkah Membuat ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
· Identifikasikan setiap entitas yang terlibat.
· Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
· Tentukan primari key dari masing-masing entitas.
· Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
· Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
· Cek ER_Diagram yang terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.


2. STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)



SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.



Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.


· CREATE
· ALTER
· DROP
· COMMIT
· ROLLBACK
· INSERT
· UPDATE
· SELECT
· DELETE
· GRANT
· REVOKE


Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
a. Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c. Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.








3. DATA DEFINITION LANGAUAGE (DLL)


A . Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.


B. Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definiton Language :
A. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase, Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki
nama yang sama dengan database lain di MySQL.

B. Menampilkan daftar Database 
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASES;


C. Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax : DROP DATABASE namadatabase;
Dimana : Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database.


D. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah : USE namadatabase;


E. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk membuat table Syntaxnya adalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
...
Field3 TipeData3 ([lebar])
);


F. Mendefinisikan null/not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identikasi sehingga tidak boleh kosong.
G. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tersebut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :




H. Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di dalam database berfungsi sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.


I. Menghapus Primary Key Pada Tabel Perintah :


Cara 1 :
Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint;


Cara 2 :
Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;


J. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key.


K. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;


L. Mengubah Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE.




M. Menghapus Tabel
Tabel sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut:
DROP TABLE namatabel;


4, DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)


A. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.


Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1. Melakukan pencarian kembali data lama,
2. Penyisipan data baru ke dalam tabel
3. Penghapusan data
4. Pengubahan data
5. Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
6. Menampilkan data secara terurut.


DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).


B. Perintah DML sebagai berikut :
a. INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
b. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
c. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
d. DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris.


5. QUERY DAN VIEW


A. Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.


B. View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.


C. Penggunaan view
1. View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari relasi antara tabel "buku" dan "penerbit" untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku".
2. View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”, “angota” dan “peminjaman” untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman".


6. DATA CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES


A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.


B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1. Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
2. Perintah REVOKE


C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.


D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).


E. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD.


F. Pencabutan Hak Akses
1. Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
2. Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.

Saturday, May 23, 2020


RANGKUMAN PRAKTIKUM ALGORITMA & STRUKTUR DATA



RANGKUMAN PRAKTIKUM ALGORITMA & STRUKTUR DATA

Assalamu’alaikum Wr. Wb., Nama saya Muhammad Fahri Maulana, Saya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Semester 2 Program Studi Informatika Fakultas Sains & Teknologi.
Silahkan akses link berikut: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atau Fakultas Sains dan Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Nama : Muhammad Fahri Maulana
NIM : 191080200179
Kelas : 2B3 Informatika

Algoritma adalah:
Pernyusunan aspek proses logika dari suatu pemecahan masalah tanpa melihat karakteristik bahasa pemrograman yang akan digunakan.

BAB I
Struktur Data, Array, Pointer, Dan Struktur


A. Konsep Dasar Struktur Data

Struktuk data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempuyai karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus pengguna atau pengakses data. Struktuk data bertujuan agar cara mereprentsikan data dalam membuat program dapat dilakuian secara efesien dalam pengolahan di memori dan pengolahan penyimpanan dari program ke storage juga lebih mudah dilakukan.


B. Konsep Dasar Array

Array adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulan elemen tersebut mempunyai susunan yang teratur. Jmlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe data yang sama. Jenis-jenis array :

1. Array Satu Dimensi
Setruktur array suatu dimensi dapat di deklarasikan dengan bentuk umum berupa: tipe_var nama_var [ukuran];
Dengan:
- Tipe_var: untuk menyatakan jenis elemen array (misalnya int,char,unsigned)
- Nama_var: untuk menyatakan nama variable yang dipakai
- Ukuran: untuk menyatakan jumlah maksimal elemen array.
Contoh : float nilai_ujian [5];

2. Array Dua Dimensi

Tipe data array dua dimensi bisa digunakan ntuk menyimpan, mengolah maupun menampilkan suatu data dalam bentuk table atau matriks. Untuk mendeklarasikan array agar dapat menyimpan data adalah :
Tipe_var_nama_var[ukuran1][ukuran2];
Dimana :
- Ukuran 1 menunjukkan jumlah /nomor baris.
- Ukuran 2 menunukan jumlah /nomor kolom.
Jumlah elemen yang di milki array dua dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian :
Ukuran1 X ukuran 2.
Seperti halnya pada array satu dimensi, data array dua dimensi akan ditempatkan pada memori secara berurutan.

3. Array multidimensi/Dimensi Banyak

Array berdimensi banyak atau multidimensi terdiri dari array yang tidak terbatas hanya dua dimensi saja. Bentuk umum pendeklarasian array multi dimensi adalah : tipe_var nama_var [ukuran1][ukuran2]…[ukuran];
Contoh : int data_angka [3][6][6];
Yang merupakan array tiga dimensi.
Gambar berikut memperlihatikan urutan komponen array dalam memori. Untuk variable array nilai_tes:



C. Konsep Dasar Pointer

Pointer adalah sebuah variable yang berisi alamat variable yang lain. Satu pointer dimksudkan untuk menunjuk kesuatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variable dapat diketahui dengan mudah. Deklarasi ponter :



Operator pointer :

- Operator ‘&’ ; untuk mendapatkan alamat memori operand/variable ponter.
- Operator ‘*’ : untuk mengakses nilai data operand/variable pointer.


D. Konsep Dasar Struktur

Struktur adalah koleksi dari variable yang dinyatakan sebuah nama, dengan sifat setiap variable dapat memiliki tipe yang berlainan. Struktur bisa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi yang berkaitan menjadi sebuah satu kesatuan. Contoh sebuah struktur adalah informasi data tanggal, yang berisi tanggal, bulan, dan tahun.
Mendeklarasikan Struktur :
Contoh pendefinisian tipe data
Struktur adalah : struct
Data_tanggal
{int tanggal;
Masing-masing tipe dari elemen struktur dapat berlainan. Adapun variable_struktur1 sampai dengan variable_struktur M menyatakan bahwa variable struktur yang dideklarasikan bisa lebih dari satu. Jika ada lebih dari satu variable, antara variable struktur dipisahkan dengan tanda koma.
Mengakses Elemen Struktur:
Elemen dalam struktur dapat diakses dengan mengguanakan bentuk:
Variable_struktur.nama_field
Antara variable_struktur dab nama_field dipisahkan dengan oprator titik (disebut oprator anggota struktur). Contoh berikut merupakan intruksi untuk mengisikan data pada file tanggal:
Tgl_lahir.tanggal=30
int bulan;
Int tahun;
};
Yang mendefinisikan tipe bernama data_tanggal, yang terdiri dari tiga buah elemen berupa tanggal, bulan, dan tahun. Bentuk umum dalam mendefenisikan struktur adalah :
Struct nama_tipe_struktur
{
Tipefiled1; tipefiled2; tipefiled3;

}variable_struktur….variable_strukturM;


BAB II
Linked List


Linked List adalah sejumlah objek atau elemen yang dihubungkan satu dengan lainya sehingga membentuk suatu list. Sedangkan objek atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data(variable) yang dijadikan satu kelompok ataustructure atau record yang dibentuk dengan perintah struct. Untuk menggabungkan objek satu dengan lainya, diperlukan paling tidak sebuah variable yang bertipe pointer. Syaratlinked list adalah harus dapat diketahui alamat simpul pertama atau biasa dipakai variableFirst/Start/Header. Struktur dasar sebuah list seperti gambar berikut :

Istilah-istilah dalam linked list :
A. Simpul
Simpul terdiri dari dua bagian yaitu :
- Bagian data
- Bagian pointer yang menunjuk ke simpul berikutnya
B. First/Header
Variabel First/Header berisi alamat (pointer)/acuan (refrence) yang menunjuk lokasi simpul pertama linked list, digunakan sebagai awal penelusuran linked list.
C. Nill/Null
Tidak bernilai, digunakan untuk menyatakan tidak mengacu ke manapun.
D. Simpul Terakhir(Last)

Simpul terakhir linked list berarti tidak menunjuk simpul berikutnya. Tidak terdapat alamat disimpan di field pointer di simpul terakhir.
Jenis-jenis linked list :
1. List kosong
List kosong hanya terdiri dari sebuah penunjuk elemen yang berisi NULL(kosong), tidak meiliki satu buah elemen pun sehingga hanya berupa penunjuk awal elemen berisi NULL.
2. List tunggal

List tunggal adalah list yang elemenya hanya menyimpan informasi elemen setelahnya (next), sehingga jalanya pengaksesan list hanya dapat dilakukan secara maju. List tunggal terbagi menjadi tiga jenis yaitu list tunggal dengan kepala (first), list tunggal dengan kepala (first) dan ekor (tail), serta list tunggal yang berputar.
3. List ganda

List ganda adalah sebuah list yang elemenya menyimpan informasi elemen sebelumnya dan informasi elemen setelahnya, sehingga proses penelusuran list dapat dilakukan secara maju dan mundur. List ganda terbagi menjadi tiga jenis yaitu list ganda dengan kepala (first), list ganda dengan kepala (first) dan ekor (tail), serta list ganda yang berputar.


Operasi Dasar pada Linked List :
IsEmpty : Fungsi ini menentukan apakah linked list kosong atau tidak.
Size : operasi untuk mengirim jumlah elemen di linked list.
Create : operasi untuk penciptaan list baru yang kosong.
Insertfirst : operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul pertama.
Insertafter : operasi untuk penyisipan simpul setelah simpul tertentu.
Installaast : operasi untuk penyisipan simpul setelah simpul terakhir.
Insertbefore : operasi untuk penyisipan simpul sebelum simpul tertentu.
Deletefirst : operasi penghapusan simpul pertama.
Deleteafter : operasi untuk penghapusan setelah simpul tertentu.

Deletelast : operasi penghapusan simpul terakhir.


BAB III
Stack (Tumpukan)


Stack adalah kumpulan elemen-elemen yang tersimpan dalam suatu tumpukan. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu:
- Penyisipan selalu dilakukan ”di atas” TOP
- Penghapusan selalu dilakukan pada TOP
Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu, TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi, elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen Stack tersusun secara LIFO (Last In First Out).




Beberapa contoh penggunaan stack adalah pemanggilan prosedur, perhitungan ekspresi aritmatika, rekursifitas, backtracking, penanganan interupsi, dan lain-lain. Karakteristik penting stack sebagai berikut:
1. Elemen stack yaitu item-item data di elemen stack
2. TOP (elemen puncak dari stack)
3. Jumlah elemen pada stack
4. Status/kondisi stack, yaitu :
- Penuh
Bila elemen di tumpukan mencapai kapasitas maksimum tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke tumpukan.
Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.
- Kosong
Bila tidak ada elemen tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen tumpukan. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.


Stack memiliki operasi-operasi pokok sebagai berikut :
Push : Untuk menambahka item pada tumpukan paling atas.

Clear :Untuk mengosongkan stack.
IsEmpty : Untuk memeriksa apakah stack kosong.
IsFull : Untuk memeriksa apakah stack sudah penuh.


Representasi stack:
- Representasi statis
Stack dengan representasi statis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang dialokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka stack dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh.
- Representasi dinamis
Stack dengan representasi dinamis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen yang dialokasikan pada memori.Karena semua operasi pada sebuah stack diawali dengan elemen yang paling atas maka jika menggunakan representasi dinamis saat elemen ditambahkan akan menggunakan penambahan elemen pada awal stack (addfirst) dan saat pengambilan atau penghapusan elemen menggunakan penghapusan di awal stack (deffirst).


BAB IV
Queue (Antrian)


Antrian adalah salah satu kumpulan data yang penambahan elemennya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung (disebut sisi belakang atau REAR), dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain (disebut sisi depan atau front).prinsipyang digunakan dalam antrian ini adalah FIFO (First in first out) yaitu elemen yang pertama kali masuk akan keluar pertama kalinya.

Karakteristik penting antrian sebagai berikut:
Elemen antrian yaitu item-item data terdapat dalam antrian.
A. Heat/font (elemen terdepan dalam antrian).
B. Tail/rear (elemen terakhir antrian).
C. Jumlah antrian pada antrian (count).
D. Status/kondisi antrian, ada dua yaitu:
- Penuh
Bila elemen pada antrian mencapai kapasitas maksimum antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakuakan penambahan ke antrian. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan overflow.
- Kosong

Bila tidak ada elemen antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakuakan pengambilan elemen antrian. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan underflow.


Operasi-operasi pokok pada antrian diantaranya adalah:

1. Create → Membuat antrian baru.

2. IsEmpety → Untuk memeriksa apakah Antrian sudah penuh atau belum.

3. IsFull→mengecek apakah Antrian sudah penuh atau belum.
4. Enqueue/Insert → menambahkan elemen ke dalam Antrian, penambahan elemen selaluditambahkan di elemen paling belakang.
5. Dequeue/Remove → untuk menghapus elemen terdepan/pertama dari Antrian

Algoritma QDELETE.


Representasi queue : Representasi Statis dan Representasi Dinamis.



BAB V
Rekursif


Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri, artinya fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri. Contoh menghitung nilai faktorial. Rekursif sangat memudahkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks. Sifat-sifat rekursif:
- Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali.
- Sedikit lebih efisien dari iterasi tapi lebih elegan.
- Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.

Data yang berada dalam method tersebut seperti argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggilnya diselesaikan.


BAB VI
Sorting (Pengurutan)


Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertentu. Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses pengurutan yaitu:
- Urutan naik (ascending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar.
- Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling besar sampai paling kecil.
Contoh : data bilangan 5,2,6, dan 4 dapat diurutkan naik menjadi 2,4,5,6 atau diurutkan turun menjadi 6,5,4,2. Pada data yang bertipe char,nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang lain didasarkan pada urutan relatif (collating sequence) seperti dinyatakan dalam tabel ASCII. Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurut yaitu :
A. Data mudah dicari, mudah untuk dibetulkan, dihapus, disisipi atau digabungkan. Dalam keadaan terurutkan, kita mudah melakukan pengecekan apakah ada data yang hilang.
B. Misalnya kamus bahasa, buku telepon.
C. Mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang kali.


Beberapa faktor yang berpengaruh pada efektifitas suatu algoritma pengurutan antara lain :
A. Banyak data yang diurutkan.
B. Kapasitas pengingat apakah mampu menyimpan semua data yang kita miliki.
C. Tempat penyimpanan data,misalnya piringan,pita atau kartu,dll.


Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya sebagai berikut:

1. Bubble sort
Bubble sort adalah suatu metode pengurutan yang membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen berikutnya. Apabila elemen sekarang>elemen berikutnya,maka posisinya ditukar. Kalau tidak,tidak perlu ditukar.diberi nama “bubble”karena proses pengurutan secara berangsur-angsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat,seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda.
Algoritma bubble sort:
1. i=0
2. selama (i<N-1)kerjakan baris 3 sampai 7
3. j=N-1
4. selama (j>=i)kerjakan baris 5 sampai 7
5. jika (data [j-1]>data[j]maka tukar data[j-1]dengan data[j]
6. j=j-1
7. i=i+1

2. Selection Sort
Metode seleksi melakukan pengurutan dengan cara mencari dta yang terkecil kemudian menukarnya
dengan data yang digunakan sebagai acuan atau sering dinamakan pivot. Selama
proses,pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja,pertukaran data
secara fisik terjadi pada akhir proses.
Algoritma seleksi dapat dituliskan sebagai berikut:
1. i=0
2. selama(i<N-1)kerjakan baris 3 sampai dengan 9
3. k=i
4. j=i+1
5. selama (j<N)kerjakan baris 6 dan 7
6. jika (data[k]>data[j]maka k=j
7. j=j+1
8. tukar data [i] dengan data[k]
9. i=i+1

3. Merger Sort

Merge sort ialah algoritma pengurutan yang berdasarkan pada strategi divide and conquer. Algoritma ini terdiri dari dua bagian utama, pembagian list yang diberikan untuk di-sort ke dalam beberapa sublist yang lebih kecil,dan sort (mengurutkan) dan merge (menggabungkan) sublist-sublist yang lebih kecil ke dalam list hasil yang sudah diurutkan. Pembagian bisa dikatakan cukup mudah karena sublist-sublist tersebut dibagi ke dalam dua sublist yang ukurannya adalah setengah dari ukuran semula. Hal ini terus diulang sampai sublist itu cukup kecil untuk di-sort secara efisien (umumnya telah terdiri dari satu atau dua elemen). Dalam langkah merge dua sublist disatukan kembali dan diurutkan pada saat yang sama. Algoritma untuk merge sort ialah sebagai berikut:
A. untuk kasus n=1,maka table a sudah terurut sendiirinya (langkah solve)
B. untuk kasus n>1,maka:
- DEVIDE: bagi table a menjadi dua bagian,bagian kiri dan bagian kanan, masing-masing
bagian berukuran n/2 elemen.

- CONQUER: secara rekursif,terapkan algoritma D-dan-C pada masing-masing bagian.
- MERGE: gabung hasil pengurutan kedua bagian sehingga diperoleh table a yang terurut.



PENUTUP
Sekian rangkuman yang bisa saya ambil dari praktikum algoritma dan struktur data, semoga ini bermanfaat bagi kita semua dan bila ada salah-salah kata di dalam blog yang saya tulis, saya meminta maaf yang sebesar – besarnya. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.